Pulang kuliah, penuh penat dan pegal (padahal kesiangan, cuma duduk dan tidur dikelas aja koq… Maklum pengen dianggep ‘sibuk banget’)
Gw duduk sendirian hanya demi secangkir caramel machiatto hangat di ngopdoel ranggamalela, sambil menikmati sekumpulan manusia yang saling berinteraksi. Mereka saling tersenyum, cemberut, tertawa, dan menggerayangi. Bah! Cari tempat deh!
Ketika jempol sedang sibuk-sibuknya memutar gerigi lighter yang macet buat nyalain rokok, ternyata ada ‘jempol’ lain yang sibuk menggerayangi pundak gw dari belakang. Secara reflek gw menoleh ke belakang untuk melihat si pemilik ‘jempol pelacur’ itu.
“Hai!! Apa kabar?!?!”, sapa dia, sehangat minuman yang masih gw genggam dari tadi. Dia adalah seorang perempuan manis berumur 20’an. Mmh.. Tepatnya 21. Kelihatan dari sudut matanya yang belum berkerut. ( sok tau ).
Sambil meneliti muka dan poni khas gadis pasaran jaman sekarang (belah tengah.. DUH! ), dia kembali membuka bibir kecil merah menyalanya.
“Masih inget gw kan?”
Ahhh, sial! Itu dia cacatnya gw! kurang mampu untuk mengingat nama seseorang. Biasanya alat bantu gw untuk mengenali seseorang adalah dari bentuk anatominya saja, seperti wajah, payudara. Sedangkan dia mempunyai profil yang pasaran (mmh ingat, dia memiliki model rambut belah tengah!). Jadinya gw ragu apakah memang pernah mengenal dia sebelumnya.
“Oohh masih inget dong. Masa lupa?! Hahahaha”, gw tertawa palsu dan berharap jadi liliput agar bisa sembunyi di dalam cangkir caramel machiatto itu. Tapi karena itu mustahil, gw cuma bisa menggigit ujung cangkir, untuk mengalihkan rasa bersalah. (sambil berharap agar dia segera pergi)
“Siapa coba nama gw? SIAPA COBA?! SIAPA COBA?!”,
Tai. Coba aja gw gak ngopi sendirian! Gw kan bisa sok-sok ngenalin dia ke temen gw biar dia nyebutin namanya!
“Hayo!! gw SIAPA!? SIAPA?! SIAPA?!”
Wah ganggu banget nih. Gw kembali menyeruput kopi, sambil tetap tersenyum, berusaha keras mengingat namanya.
“Mmh? Siska? Yusi? Ani?!”
“Bukan?! Hayo!! SIAPA!? SIAPA?! SIAPA?!”
Gila! Ganggunya udah stadium 5! Emang dia sepenting itukah ampe gw punya dosa besar karena lupa nama pemberian orang tuanya?! Terus terang aja, memori otak gw gak sepadan dengan banyaknya nama-nama orang yang udah gw ‘kenal kambing’. (kenal selewat lalu lalang).
Dengan raut kecewa seperti menahan diare 4 hari, dia langsung meninggalkan gw (yang masih sibuk mencari nama pas untuk dia) dan karyawan ngopdoel yang juga nampak terganggu dengan kata-kata “Hayo!! gw SIAPA!? SIAPA?! SIAPA?!”
Gw berusaha tampak santai dan ganteng, dengan cara kembali mennyeruput kopi ..dan…
Hah! Habis!!!!!!!!!!!
Anjing Babi Kampret! Gw jadi gak menikmati caramel macchiato gw gara-gara …. Eh siapa namanya?!? SIAPA!? SIAPA?! SIAPA?!
____________________________________________________________
Ehem, ternyata temen gw juga ngalemin hal yang sama dengan ‘cewe rambut belah tengah’ itu. Cuma settingnya di bioskop BSM, persis dengan ‘modus oprandi’ yangsama, colak-colek, nyapa basa-basi dan diakhiri dengan “Hayo!! gw
SIAPA!? SIAPA?! SIAPA?!”
Entah apakah dia memang seorang karakter yang terlupakan, atau mungkin
memang dia belum pernah dikenalkan!!


